Pemanasan global telah menjadi isu perbincangan yang memanas akhir-akhir ini. Hampir seluruh negara di belahan dunia bersatu untuk melawan pemansan global yang diperkirakan akan membawa bumi pada suhu mematikan di tahun 2100. Tapi benarkah pemanasan global itu terjadi karena ulah manusia ?
TEORI PEMANASAN GLOBAL
Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi yang disebabkan efek rumah kaca oleh aktivitas manusia. Al Gore adalah seorang politikus dari Amerika Serikat berpendapat bahwa samudera Atlantik dan Pasifik akan menyerap suhu panas yang terkurung di bumi yang diakibatkan oleh peningkatan jumlah karbondioksida yang dihasilkan oleh manusia. Penyerapan ini akan menyebabkan atmosfer dan daratan menjadi panas. Pada 12 Oktober 2007 Al Gore dan IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) mendapatkan nobel perdamaian atas upaya mereka untuk membangun dan menyebarkan pengetahuan yang lebih besar tentang buatan manusia perubahan iklim, dan untuk meletakkan fondasi untuk langkah-langkah yang diperlukan untuk melawan perubahan tersebut.PROFESOR YANG BERUBAH
Prof. Mojib Latif adalah seorang ilmuwan dari Leibniz Institute of Marine Sciences di Jerman. Ia adalah seorang pendukung utama teori yang mengatakan bahwa emisi rumah kaca yang dihasilkan manusia telah menyebabkan peningkatan suhu global di bumi. Ia turut serta dalam menciptakan model iklim yang menjadi patokan bagi banyak peneliti di dunia. Ia juga pernah menerima beberapa penghargaan dalam studi mengenai iklim dan ia adalah seorang peneliti utama di IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change).
Tapi pada konferensi PBB mengenai iklim bumi di Jenewa pada awal September 2009 kemarin yang membahas apa yang disebut "Scientific Consensus" mengenai Pemanasan Global yang diakibatkan perbuatan manusia. Beliau berubah 180 derajat. Namun, Prof Latif menyatakan dengan jelas bahwa Atlantik utara malah menjadi dingin. Dan mungkin akan terus mendingin hingga 20 tahun yang akan datang. Ini jelas bertentangan dengan pandangannya sebelumnya yang menyatakan bahwa bumi akan memasuki suhu mematikan pada tahun 2100.Prof. latif adalah ilmuwan terbaru yang bergabung dengan banyak ilmuwan lain (daftar para ilmuan yang menentang pemanasan global) yang meragukan adanya pemanasan global yang diakibatkan oleh manusia. Sebelumnya Senator Amerika James Inhofe dari partai Republik yang merupakan "Godfather" dari penentang teori pemanasan global versi Al Gore telah merilis daftar 400 ilmuwan terkemuka yang menentang teori Al Gore. Inhofe adalah salah seorang yang paling gigih untuk menyeimbangkan perdebatan mengenai pemanasan global yang selama ini didominasi Al Gore yang didukung oleh politisi dan media liberal.
Dua astronot terkemuka yaitu Edwin Aldrin (manusia ke-2 yang berjalan di bulan) dan Harrison Schmitt (manusia ke-12 yang berjalan di bulan), juga pernah menyatakan bahwa mereka tidak percaya pemanasan global disebabkan oleh manusia.
Menurut para ilmuwan penentang Al Gore, Pemanasan global memang pernah terjadi, namun itu disebabkan oleh alam dan tidak bisa diprediksi. Walaupun Al Gore mendapat dukungan luas dari para politisi dan media, namun Kelihatannya momentum mulai bergeser menjauh darinya.
Dua astronot terkemuka yaitu Edwin Aldrin (manusia ke-2 yang berjalan di bulan) dan Harrison Schmitt (manusia ke-12 yang berjalan di bulan), juga pernah menyatakan bahwa mereka tidak percaya pemanasan global disebabkan oleh manusia.
Menurut para ilmuwan penentang Al Gore, Pemanasan global memang pernah terjadi, namun itu disebabkan oleh alam dan tidak bisa diprediksi. Walaupun Al Gore mendapat dukungan luas dari para politisi dan media, namun Kelihatannya momentum mulai bergeser menjauh darinya.
BERUANG KUTUB YANG BERTAMBAH
Menurut teori, pemanasan global dapat menyebabkan mencairnya es yang merupakan habitat beruang kutub dan menurut para ilmuan (pendukung teori pemanasan global tentunya) populasi beruang kutub mulai berkurang. Tapi kita lihat fakta menurut www.polarbearsinternational.org Populasi beruang kutub telah meningkat dari hanya sekitar 5.000-10.000 ekor pada tahun 1950 hingga sekitar 20.000-25.000 ekor pada tahun 2009.
ES ARKTIK BERTAMBAH
Menurut situs National Snow and Ice Data Center (NSIDC), luas es di Arktik pada bulan Desember 2009 adalah 12,48 juta kilometer persegi. Memang luas es di bulan Desember 2009 ini lebih rendah dari rata-rata luas bulan Desember antara tahun 1970-2000. Namun percaya atau tidak, Es Arktik pada Desember 2009 ini ternyata lebih luas 210.000 kilometer persegi dibanding Desember 2006.
MEDIEVAL WARM PERIOD (GLOBAL WARMING YANG SEBENARNYA ?)
Pada abad ke-9 hingga abad ke-13, suhu bumi lebih panas 4 derajat celcius dibanding saat ini. Periode pemanasan ini disebut Medieval Warm Period. Saat itu belum ada produksi karbon besar-besaran seperti sekarang. Fakta adanya pemanasan bumi pada abad pertengahan ini adalah termasuk salah satu data yang disembunyikan oleh para ilmuwan di East Anglia University.
Medieval Warm Period itu kemudian berakhir pada tahun 1300 dan bumi mulai mendingin secara drastis. Periode dingin ini disebut little ice age dan berlangsung selama 500 tahun. Pada tahun 1850, suhu bumi kembali naik. Intinya adalah, bumi punya jalannya sendiri.
FAKTA-FAKTA LAIN
- Pengubahan data di selandia baru
- Kebohongan IPCC tentang fakta bahwa es himalaya akan mencair total pada tahun 2035
- IPCC kembali ketahuan membuat laporan palsu yang terbit tahun 2007 yang menyebutkan bahwa 40% hutan Amazon akan lenyap karena Global Warming.
- Inggris diprediksi dapat mengalami musim dingin terdingin dalam 100 tahun terakhir mengingat suhu turun hingga -16 derajat celcius
- Mexico mengalami musim dingin dengan suhu terendah dalam 124 tahun terakhir
Sumber : (Link-link yang sudah dicantumkan di atas, Enigma)



No comments:
Post a Comment